"Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil 'aalamiin"



 Tidak malukah kita dengan tasbihnya langit nan luas itu..???

Sekali-kali langit tak pernah berbangga diri walau keindahannya nampak jelas oleh mata kita

Tidak malukah kita dengan dzikirnya laut..???

Laut tidak sekalipun pernah berkata : " Aku tak tercela karena kata-kata yang ku ucapkan selalu baik dan lihatlah amal ibadahku pada-NYA sempurna"
Tidak malukah kita dengan ketaatan fajar...?
Yang mempesona sinarnya dikala pagi mulai beranjak terang
Namun tidak juga fajar berujub diri menampilkan dirinya taat perintah Robbnya dihadapan manusia
Hafalan kita, sholat kita, puasa kita, dzikir kita... apakah harus diketahui oleh semua orang...???
Sahabat saudaraku fillah...

Ibnu Athaillah rahimahullah pernah berpesan :

" Kebanggaanmu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu. Tidak perlu kamu tampil di hadapan mereka agar engkau terlihat di mata mereka. "

Astaghfirullahal adzim... Ketidakjujuran seseorang dalam beribadah ternyata bisa dinilai dari perasaan bangga atau tidak bila ada orang lain yang melihat kebagusan ibadahnya.

Banyak Beramal Tapi Masuk Neraka?

Ketahuilah… Sesungguhnya tidak semua penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya gemar berbuat maksiat, seperti kecanduan khomr, pemain judi, para pelaku zina dan lain sebagainya. Akan tetapi ternyata ada juga di antara penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya rajin beramal, bahkan mereka adalah orang-orang yang beribadah sampai kelelahan karena begitu beratnya amalan yang dilakukan. Mereka mengira akan datang menghadap Allah Ta’aladengan membawa amalan putih seberat gunung Tihamah. Namun Allah menolak dan tidak menerima amal mereka. Amalan mereka laksana debu-debu beterbangan yang tiada memberi manfaat sedikitpun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأَخْسَرِيْنَ أَعْمَالاً (103)
الَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا (104)
“Katakanlah: ‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi: 103-104).
Demikian pula Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُوْرًا (23)
“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23).
Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لأَعْلَمَنَّ (لاَ أَلْفَيَنَّ) أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بَيْضًا فَيَجْعَلُهَا اللهُ عز و جل هَبَاءً مَنْثُوْرًا
“Aku benar-benar mengetahui ada beberapa golongan dari umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebajikan sebesar gunung Tihamah yang berwarna putih, lalu Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 4245. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’, no. 5028).
Mengapa orang-orang yang disebutkan dalam ayat di atas sudah beramal tapi malah ganjarannya Neraka? Mengapa amalan mereka tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala? 

Semoga Allah membukakan pintu rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga setiap amal ibadah yang kita lakukan hanya mengharap ridha Allah bukan sekedar sensasi atau mencari popularitas di hadapan manusia, aamiin 

NB : 
Sebagian besar tulisan ini dikutip dari community FB ✿WANITA SHOLEHAH✿Mutiara Muslimah Sejati♥ 
Tulisan ini mengingatkan pada kutipan sebuah buku berjudul : Menapak jejak kekasih Allah. Yang namanya kekasih pasti lebih senang berkhalwat dengan kekasihnya. Dari semua rahasia, pembicaraan, aktivitas dengan kekasihnya tak perlu ada yang mengetahuinya kecuali meraka berdua. Begitu halnya jika kita menganggap Allah sebagai kekasih kita, Cukup Allah saja yang tahu baik dan buruknya kita, Orang lain cukup merasakan akhlak baik kita (walau kita belum sebaik itu) dan jangan sampai kita merugikan meraka. Sahabat tegur aku jika aku salah, Wallahu'alam....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Ingin Segera Menikah Demi Menjaga Kesucian Diri



Setiap insan pasti ingin melengkapi hidupnya dengan menikah bersama orang yang dicintai, sungguh aneh jika ada orang yang tak ingin menikah. Namun sering kali banyak rintangan yang harus dihadapi ketika hendak menikah. Itu adalah ujian dari Allah.

Setiap orang pasti menghadapi ujian yang berbeda-beda. Ada yang masalahnya belum mampu secara materi, karena orangtua, pekerjaan, masih sekolah/kuliah, jodoh yang tak kunjung datang, dan sebagainya.
Munculnya keinginan untuk menikah adalah hal yang patut disyukuri, sebab dengan menikah hidup seseorang menjadi lebih lengkap dan tentunya menikah adalah sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat dianjurkan. Apatah lagi jika niatan menikah muncul karena ingin menjaga kesucian diri. Menikah adalah solusi terbaik untuk menyelamatkan diri dari hal-hal yang bisa menjerumuskan ke dalam perbuatan terlarang.

Namun kembali lagi, berbagai rintangan yang harus dihadapi ketika ingin melangkah ke jenjang pernikahan sering membuat seseorang menjadi gundah gulana.
Tetapi jangan sedih apalagi putus asa, ada janji yang indah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya, bahwa Allah akan menolong mereka yang menikah demi menjaga kesucian dirinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“…janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (Qs. Az-Zumar: 53)
Untuk itu, tetap berusaha dan jangan berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah. Berusaha dengan jalan-jalan yang halal, berusaha memperbaiki diri dan berusaha banyak melakukan amal shalih untuk mendekatkan diri kepada-Nya, karena ini adalah sebaik-baik jalan agar diberi pertolongan oleh Allah. Dan jangan lupa berdo’a kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan berprasangka baik kepada-Nya bahwa Dia pasti akan mengabulkan do’a orang yang memohon kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nur: 32)

“Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian.” (Qs. Ghafir: 60)
Insya Allah, jika ikhlas berniat ingin menikah untuk menjaga kesucian diri, kita termasuk orang yang dijanjikan akan ditolong oleh Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga golongan manusia yang pasti ditolong oleh Allah: orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang ingin menebus dirinya (dengan membayar uang kepada majikannya) dan orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR.at-Tirmidzi, no. 1655 dan an-Nasa-I, no. 3120, dinyatakan hasan oleh Imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani).
Wallahu a’lam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mencintai Dalam Diam dan Kesedarhanaan





.Sahabat Muslimah.
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan… 

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akanmemampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…

” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untukmenikah,maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata,danmemelihara kemaluan,maka bila diantara kamu belum sanggup untukmenikah,berpuasalah,karena ssungguhnya puasa tersebut sebagaipenahannya ” (Hadist)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatuperbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)

Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?

“ Boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. Al-Baqarah:216)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

karena tiada yang tahu rencana ALLAH…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…

“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab radiyallahu anhu)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


.:In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful:.
 

Bismillahirrahmanirrahim..
 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semester alam. Dialah yang wujud, kekal, Maha Besar, Maha Mengetahui, Maha Pengampun & Penyayang, Maha Pemurah dan Maha Berkuasa ke atas setiap hamba-Nya. Selawat dan salam buat junjungan besar, Nabi Muhammad SAW. Nabi yang telah membawa seluruh umat ke jalan keredhaan dan keselamatan. Dia juga merupakan sebaik-baik manusia yang diutuskan Allah SWT di atas muka bumi ini sebagai ikutan seluruh umat dan membawa rahmat dan keberkatan kepada seluruh manusia.
 

Assalamualaikum buat sahabat-sahabatku yang mengikuti perkembangan blog ini. Sesungguhnya sesuatu yang baik itu datang dari Allah dan yang buruk itu datang dari ana. Ingin ana berkongsi tentang seorang wanita teladan. Solehah dan merupakan bidadari syurga iaitu Aisyah Ummul mukminin. Beliau merupakan isteri kesayangan Rasulullah SAW. Sungguh ana benar-benar mengagumi beliau, ahklaknya, sikapnya, sifatnya yang cerdas malahan telah dikurniakan Allah dengan rupa yang menarik, beliau di gelar sebagai Aisyah Humaira oleh Rasulullah kerana pipinya yang kemerah-merahan.
 

Satu sifat Siti Aisyah ini yang membuatkan ana sentiasa tersenyum apabila membacanya iaitu ‘cemburu’ kepada isteri-isteri Rasulullah yang lain. Masakan tidak memang setiap wanita itu di kurniakan sifat cemburu hanya terpulang kepada individu itu untuk mengawalnya dan Siti Aisyah mampu mengawal sifat cemburunya itu setiap apa yang beliau lakukan mesti ada had dan batasannya oleh kerana itu lah beliau menjadi isteri kesayangan Nabi.
 

Sungguh ana rasa andai nanti ana menjadi isteri ana juga akan punya sifat cemburu berlebihan dan ana akan pasti ianya akan sentiasa di kawal bagi mengelakkan ianya menjadi parah. Sungguh keredhaan Allah itu datang dari redha suaminya. Sungguh hak suami terhadap isteri itu sungguh besar. Banyak yang ana ketahui dengan amalan membaca ini. Dari sesuatu yang ana pernah mengetahuinya sehinggalah dari sesuatu yang ana lansung tidak pernah mengetahuinya.
 

 Sungguh sahabatku tidak akan habis ilmu Allah itu untuk kita pelajari. Doa ana semoga ana tidak pernah kenal erti jemu mempelajari ilmu Allah dan taat padanya. Semoga Allah melimpahkan hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita semua. Sama-samalah kita kembali dan mengisafi diri kepadaNya. Indahnya nama Aisyah itu, insyallah andai di izinkanNya, anak perempuan pertama ana, ana akan namakannya sebagai Aisyah. Sesungguhnya ana bukanlah seorang yang pandai oleh sebab itu ana ingin belajar lagi dan maafkanlah ana sekiranya adalah salah dan silap terdapat disini. Hayatilah kisah ini..



Siti Aisyah Binti Abu Bakar

Dia adalah gurunya kaum laki-laki, seorang wanita yang suka kebenaran, putri dari seorang laki-laki yang suka kebenaran, yaitu Khalifah Abu Bakar dari suku Quraisy At-Taimiyyah di Makkah, ibunda kaum mukmin, istri pemimpin seluruh manusia, istri Nabi yang paling dicintai, sekaligus putri dari laki-laki yang paling dicintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.





Ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, bahwa ‘Amr bin ‘Ash Rodhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Siapakah orang yang paling engkau cintai, wahai Rasulullah?" Rasul menjawab: '''Aisyah.'' 'Amr bertanya lagi: "Kalau laki-­laki?" Rasul menjawab: "Ayahnya.
 

Selain itu Aisyah adalah wanita yang dibersihkan namanya langsung dari atas langit ketujuh. Dia juga adalah wanita yang telah membuktikan kepada dunia sejak 14 abad yang lalu bahwa seorang wanita memungkinkan untuk lebih pandai daripada kaum laki-laki dalam bidang politik atau strategi perang.

Wanita ini bukan lulusan perguruan tinggi dan juga tidak pernah belajar dari para orientalis dan dunia Barat. Ia adalah murid dan alumni madrasah kenabian dan madrasah iman. Sejak kecil ia sudah diasuh oleh seorang yang paling utama, yaitu ayahnya, Abu Bakar. Ketika menginjak dewasa ia diasuh oleh seorang nabi dan guru umat manusia, yaitu suaminya sendiri. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, terkumpullah dalam dirinya ilmu, keutamaan, dan keterangan-keterangan yang menjadi referensi manusia sampai saat ini. Teks hadits-hadits yang diriwayatkannya selalu menjadi bahan kajian di fakultas­-fakultas sastra, sebagai kalimat yang begitu tinggi nilai sastra­nya. Ucapan dan fatwanya selalu menjadi bahan kajian di fakultas-fakultas agama, sedang tindakan-tindakannya menjadi materi penting bagi setiap pengajar mata pelajaran/mata kuliah sejarah bangsa Arab dan Islam.
  Pernikahan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengannya merupakan perintah langsung dari Allah 'Azza wa jalla setelah wafatnya Khadijah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari 'Aisyah Rodhiallahu ‘anha, dia berkata: "Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: 'Aku pernah melihat engkau dalam mimpiku tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahimu). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata: 'Ini adalah istrimu'. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau ('Aisyah), aku lalu berkata: 'Jika mimpi ini benar dari Allah, kelak pasti akan menjadi kenyataan.''’



Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menikahi 'Aisyah dan Saudah pada waktu yang bersamaan. Hanya saja pada saat itu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup serumah dengan 'Aisyah. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup serumah dengan Saudah, tepatnya pada bulan Syawal setelah perang Badar, barulah beliau hidup serumah dengan 'Aisyah. 'Aisyah menempati salah satu kamar yang terletak di komplek Masjid Nabawi. yang terbuat dari batu bata dan beratapkan pelepah kurma. Alas tidurnya hanyalah kulit hewan yang diisi rumput kering; alas duduknya berupa tikar; sedang tirai kamarnya terbuat dari bulu hewan. Di rumah yang sederhana itulah 'Aisyah memulai kehidupan sebagai istri yang kelak akan menjadi perbincangan dalam sejarah.



Pernikahan bagi seorang wanita adalah sesuatu yang utama dan penting. Setelah menikah, seorang wanita akan menjadi istri dan selanjutnya akan menjadi seorang ibu. Kekayaan dunia sebanyak apa pun, kemuliaan setinggi awan, kepandaian yang tak tertandingi, dan jabatan yang begitu tinggi, sekali-kali tidak akan ada artinya bagi seorang wanita jika tidak menikah dan tidak mempunyai suami, sebab tidaklah mungkin bahagia sese­orang yang berpaling dari fitrahnya.



Dalam kehidupan berumah tangga, 'Aisyah merupakan guru bagi setiap wanita di dunia sepanjang masa. Ia adalah sebaik-baik istri dalam bersikap ramah kepada suami, menghibur hatinya, dan menghilangkan derita suami yang berasal dari luar rumah, baik yang disebabkan karena pahitnya kehidupan maupun karena rintangan dan hambatan yarig ditemui ketika menjalankan tugas agama.



'Aisyah adalah seorang istri yang paling berjiwa mulia, dermawan, dan sabar dalam mengarungi kehidupan bersama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam yang serba kekurangan, hingga pernah dalam jangka waktu yang lama di dapurnya tidak terlihat adanya api untuk pemanggangan roti atau keperluan masak lainnya. Selama itu mereka hanya makan kurma dan minum air putih.



Ketika kaum muslim telah menguasai berbagai pelosok negeri dan kekayaan datang melimpah, 'Aisyah pernah diberi wang seratus ribu dirham. wang itu langsung ia bagikan kepada orang-orang hingga tak tersisa sekeping pun di tangannya, padahal pada waktu itu di rumahnya tidak ada apa-apa dan saat itu ia sedang berpuasa. Salah seorang pelayannya berkata: "Alangkah baiknya kalau engkau membeli sekerat daging meski­pun satu dirham saja untuk berbuka puasa!" Ia menjawab: "Seandainya engkau katakan hal itu dari tadi, niscaya aku melakukannya.



Dia adalah wanita yang tidak disengsarakan oleh kemis­kinan dan tidak dilalaikan oleh kekayaan. Ia selalu menjaga kemuliaan dirinya, sehingga dunia dalam pandangannya adalah rendah nilainya. Datang dan perginya dunia tidaklah dihiraukannya.



Dia adalah sebaik-baik istri yang amat memperhatikan dan memanfaatkan pertemuan langsung dengan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, sehingga dia menguasai berbagai ilmu dan memiliki kefasihan berbicara yang menjadikan dirinya sebagai guru para shahabat dan sebagai rujukan untuk memahami Hadits, sunnah, dan fiqih. Az-Zuhri berkata: "Seandainya ilmu semua wanita disatu­kan, lalu dibandingkan dengan ilmu 'Aisyah, tentulah ilmu 'Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka."1



Hisyam bin 'Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: "Sungguh aku telah banyak belajar dari 'Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada 'Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya: 'Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?' 'Aisyah menjawab: 'Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu; ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu; dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan meng­hafalnya. "'2



Dalam riwayat lain dari A'masy, dari Abu Dhuha dari Masruq, Abud Dhuha berkata: "Kami pernah bertanya kepada Masruq: 'Apakah 'Aisyah juga menguasai ilmu faraidh?' Dia menjawab: 'Demi Allah, aku pernah melihat para shahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang senior biasa bertanya kepada 'Aisyah tentang faraidh. "'3



Selain memiliki berbagai keutamaan dan kemuliaan, 'Aisyah juga memiliki kekurangan, yakni memiliki sifat gampang cemburu. Bahkan dia termasuk istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang paling besar rasa cemburunya. Rasa cemburu memang termasuk sifat pembawaan seorang wanita. Namun demikian, perasaan cemburu yang ada pada 'Aisyah masih berada dalam batas yang wajar dan selalu mendapat bimbingan dari Nabi, sehingga tidak sampai melampaui batas dan tidak sampai menyakiti istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang lain.



Di antara kejadian paling menggelisahkan yang pernah menimpa 'Aisyah adalah tuduhan keji yang terkenal dengan sebutan Haditsul ifki (berita bohong) yang dituduhkan kepadanya, padahal diri 'Aisyah sangat jauh dengan apa yang dituduhkan itu. Akhirnya, turunlah ayat Al-Qur'an yang menerangkan kesucian dirinya. Cobaan yang menimpa wanita yang amat utama ini merupakan pelajaran berharga bagi setiap wanita, karena tidak ada wanita di dunia ini yang bebas dari tuduhan buruk.



Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya dari haji Wada' dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, setelah dirasa selesai dalam menunaikan amanat dan menyampaikan risalah, beliau lalu berkeliling kepada istri-istrinya sebagaimana biasa. Pada saat membagi jatah giliran kepada istri-istrinya itu beliau selalu bertanya: "Di mana saya besok? Di mana saya lusa?" Hal ini mengisyaratkan bahwa beliau ingin segera sampai pada hari giliran 'Aisyah. Para istri Nabi yang lain pun bisa mengerti hal itu dan merelakan Nabi untuk tinggal di tempat istri yang mana yang beliau sukai selama sakit, sehingga mereka semuanya berkata: "Ya Rasulullah, kami rela memberikan jatah giliran, kami kepada 'Aisyah.4



Kekasih Allah itu pun pindah ke rumah istri tercintanya. Di sana 'Aisyah dengan setia menjaga dan merawat beliau. Bahkan saking cintanya, sakit yang diderita Nabi itu rela 'Aisyah tebus dengan dirinya kalau memang hal itu memungkinkan. 'Aisyah berkata: "Aku rela menjadikan diriku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah." Tak lama kemudian Rasul pun wafat di atas pangkuan 'Aisyah.



'Aisyah melukiskan detik-detik terakhir dari kehidupan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: "Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau bersandar di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, 'Abdur Rahman bin Abu Bakar (saudaraku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak tersebut, sehingga aku mengira bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus), kukebutkan, dan kubereskan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Selanjutnya, siwak itu kuberikan kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum pernah aku melihat cara ber­siwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau bermaksud memberi­kannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendo'akan beliau dengan do'a yang biasa diucapkan Jibril untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (Alloohumma robban naasi... dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca do'a tersebut, melainkan beliau mengarahkan pandangannya ke atas, lalu membaca do'a: 'Arrofiiqol a'laa (Ya Allah, kumpulkanlah aku di surga bersama mereka yang derajatnya paling tinggi: para nabi, shiddiqin, syuhada', dan shalihin). Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan air liurku dengan air liur beliau pada penghabisan hari beliau di dunia.5



Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di kamar 'Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Sepeninggal Rasulullah, 'Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta'lim. baik kepada kaum laki-laki maupun wanita (di rumahnya) dan banyak berperan serta dalam mengukir sejarah Islam sampai wafatnya. 'Aisyah wafat pada malam Selasa bulan Ramadhan tahun 57 Hijriyah pada usia 66 tahun.6



Para generasi sepeninggal 'Aisyah selalu mengkaji dan meneliti detail kehidupannya sejak usia 6 tahun, dengan harapan bisa mengambil hikmah dan ibrah dari model tarbiyyah (pendidikan) yang telah membentuk pribadi beliau menjadi figur tunggal yang belum ada duanya sejak empat belas abad silam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Allah sedang mencintaiku dengan cara-Nya yang belum mampu kupahami.....:)




Hidup ini memang bermain dadu. Kita bisa memperkirakan apa yang kan terjadi, tapi kita tak pernah benar-benar bisa memastikannya. sesaat kita mungkin merasa telah menemukan apa yg kita cari, namun itu ternyata hanya sebuah ilusi yg kita bangun sendiri demi berdamai dengan diri sendiri. Sesaat kita merasa takdir telah menuntun kita pada arah tuju yg seharusnya dilakoni, namun ternyata itu hanyalah hasrat yang bertopeng bisikan hati. akhirnya kita menjadi korban dari ilusi itu sendiri. Terjebak dalam bujuk rayu fatamorgana kehidupan. Terjebak dalam pusaran-pusaran sesal yang menyesakkan dada hingga mampu membawa kita pada kematian hati.
Sesaat lalu aq terasa menemukan apa yg kucari hingga aq mengorbankan entitas yg lain yg mencoba merapat. Aku membangun ilusi itu. ilusi tentang keabadian, kesucian dan keindahan cinta. Dan aq memang terjebak dalam pusarannya dan kini mencoba dengan susah payah merengsek menjauh meninggalkannya.
Apa yg salah dengan semua prilaku ku ini? protes hati kecilku. Aq mencoba menyelami kembali masa lalu demi mencari jawab, dan tak kutemukan sesuatu yang salah, kecuali, mungkin, waktu yang tak tepat. lalu apakah tetap harus disesali dan apakah kita harus memutar waktu untuk memperbaiki segalanya??
Orang bijak mengajarkan, tak ada ruang untuk menyesal jika tetap ingin merengsek maju pada asa dan cita masa depan. Aq merasa shock sejenak. Mencoba untuk tak berbuat apa-apa, selain menuntaskan sesal yg masih tersisa.
Hidup memang seperti bermain dadu. Apapun bisa terjadi, apakah kita menjadi pemenang atau pecundang. Tapi aku tak ingin menjadi dua-duanya. Aq hanya ingin memiliki kembali hidupku yang sejenak kutinggalkan.
Mungkin ini memang hanya sebuah intermezo untuk mengingatkan kodratq sebagai manusia biasa, yg bisa mencintai dan juga terluka. Allah sedang mencintaiku dengan cara-Nya yang belum mampu kupahami.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untukmu Yang Selalu Kunanti...







Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separoh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!!
Itulah yang sekarang kurasakan. Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan..
“Kapan menikah…..?”
Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan kekeluan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26)”
Huuf….!!!!
Lega rasanya, bisa sedikit menyampaikan ini. Meski jika boleh sedikit jujur, kutulis petikan firman Allah itu hanya sekedar menghibur hatiku yang teramat lelah. Menghibur hatiku yang terkadang perih melihat kebahagiaan temanku atau  bahkan yang usianya di bawahku telah mendapat izin Allah untuk melangsungkan pernikahan. Hatiku yang terkadang iri melihat temanku melahirkan anaknya dan terasa lengkap sudah dirinya diciptakan sebagai seorang perempuan. Yang telah berkesempatan untuk menjadi seorang ibu.
Lelah…!!! Dan teramat lelah….!!!!
Untuk sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Selaksa doa yang terus terlantun seakan menjadi arang untuk mengobarkan asa. Sebuah harapan untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. Ya… Hari pernikahan. Hari dimana kita bisa menunpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah.
Sekilas, hatiku tersenyum kecil saat membayangkan hal itu. Tapi, senyum itu terpaksa harus ku tepis karena kenyataan saat ini masih jauh dengan sebuah harapan yang ada. Sebuah kenyataan ternyata kau belum ada di depanku. Belum datang untukku. Meski aku tahu, kau telah dipersiapkan Allah untukku.
Aku tidak tahu kenapa sampai sekarang Allah belum mempertemukan aku denganmu. Padahal, doa dan usaha tak pernah berhenti menghiasi langkahku. Usaha untuk menyempurnakan ikhtiar dan doa untuk menggenapkan tawakal. Semuanya telah kulakukan.
Yah… tapi kembali lagi mau tidak mau aku harus berkompromi dengan semua ketetapan Allah. Meski aku telah meminta dengan sepenuh harap, Allah tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan. Tapi Allah hanya memberikan apa yang aku butuhkan. Meski berulang kali hati kecilku mengatakan bahwa aku telah siap untuk menikah, Tapi, hanya Allah yang jauh lebih tau tentang kesiapan diriku daripada diriku sendiri.
Telah berulang kali datang di hatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu. Mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang kuperuntukkan untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab. Dan sekarang, ternyata aku masih menunggumu. Menunggu kedatangan seseorang yang aku sendiri belum tahu siapa dirimu.
Lelah… dan teramat letih…!!!
Jika aku mengucapkan satu kata. “MENUNGGU”
Penantian yang aku sendiri  juga belum tahu kapan berakhirnya. Sedangkan di sekitarku, telah banyak pemandangan indah yang kulihat. Ibu-ibu muda yang usianya di bawah umurku telah sempurna menjadi seorang perempuan dengan melahirkan buah hati mereka yang lucu-lucu. Kembali lagi hatiku harus menjerit dalam Tanya
“Kapan tiba waktunya untukku…..?”
Menjalani hidup sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga dan menjalani fitrah seorang perempuan sebagai seorang “IBU” bagi buah hatiku.
Selaksa doa dalam sujud harap tak pernah lekang di tiap sepertiga malam terakhirku. Mencoba mengadu pada tiap doa yang terlantun. Mencoba mengiba dalam tiap tangis yang terus membasahi sajadah. Dan Mencoba bertanya dalam heningnya istikharah.
“Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….??????”
Lelah… dan teramat letih…!!!
Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah.
Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.
Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.
Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.
Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini.
Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.
Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.
Insya Allah akhi…
Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.
Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah. Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.
Akhi….
Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan. Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang-orang yang sedang menanti sepertiku.
 Terus perbaiki diri akhi….
Aku masih setia menantimu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saat Jodoh Belum Tiba..







InsyaAllah..
berbaik sangkalah pada Allah..
jika jodoh belum singgah..
jangan risau jangan gundah..
Mungkin Allah sedang siapkan hadiah..
seorang lelaki yang shaleh lagi gagah..

jika kini dirimu, masih sendiri..
mungkin Allah belum rela cintamu berbagi..
pada suami dan anak-anakmu nanti..
yang akan menyita waktumu dari hari ke hari..
hingga waktu ibadah pada-Nya pun sedikit sekali..

wahai akhi, duhai ukhti..
sambil menanti pujaan hati..
yuk kita perbaiki diri..!
karna Allah telah berjanji
wanita yang berakhlak baik lagi terpuji
untuk lelaki yang berakhlak baik lagi terpuji.

janji Allah dalam QS. An-Nur ayat 26

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga)".

Rencana Allah akan indah pada waktunya.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pendamping Hidupku Kelak....



 
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..Terima kasih kerana telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kamu pilih.. Padahal kamu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Kerananya ku ingin kamu tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu
banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..

Aku tak sebijak Siti khadijah, kerananya ku ingin kamu tahu, aku akan saja berbuat salah dan begitu menyedihkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, kerana bagiku kamulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah, tak selamanya aku akn cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan hodoh. Mungkin kerana aku begitu sibuk di dapur, menyiapkan makan untuk kamu dan anak-anak kita nanti –Insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau kerana seharian ku harus meguruskan istana kecil kita, agar kamu dan anak kita dapat tinggal dengan nyaman dan damai. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kamu akan menemukanku tersengguk-sengguk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan kerana aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga anak kecil kita yang sedangsakit, dan ku tau kamu letih mencari rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, kerana kau adalah kekuatanku..


Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..


Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis , bukan kerana ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlu tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku perlukan hanya pelukan dan belaianmu.. Kerana bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul penuh kasih sayang si kecil kerana lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan kerana ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan memarahiku kerana telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, kerana dengan itu ku tau kamu selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kamu akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada anak kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kamu dan aku tetap bersatu di dalamnya.


Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai kereput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian bertambah, iaitu rasa cintaku padamu..


Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku kerana aku bukan puteri.. Aku hanya wanita biasa..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Tau Bila Allah Mencintaiku...



Bila Allah memberimu petunjuk, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu.
Bila Allah memberimu kesempitan, kesulitan dan musibah, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu dan ingin mendengar suara doa dari bibirmu.

Bila Allah memberimu sedikit, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu, Dia akan memberimu banyak lagi di Akhirat.

Bila Allah memberimu rasa ridho, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu, Dia telah memberimu nikmat terindah.

Bila Allah memberimu kesabaran, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu, Dia memasukkanmu ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Bila Allah memberimu keikhlasan, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu, maka ikhlaslah kepada-Nya.

Bila Allah memberimu cita-cita, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu. Dia ingin kamu bersyukur.

Bila Allah memberimu kesedihan, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu. Dia sedang menguji keimananmu.

Bila Allah memberimu harta, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu. Maka janganlah bakhil kepada yang fakir.

Bila Allah memberimu kefakiran, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu. Dia telah memberimu sesuatu yang lebih berharga dari harta.

Bila Allah memberimu lisan dan hati, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu. Pergunakanlah dalam kebaikan.

Bila Allah memberimu nikmat Islam, Solat, Shiyam, Qiyam, Al-Quran, Tarbiyah, maka ketahuilah bahwa Dia mencintaimu. Jangan kau abaikan dan kerjakanlah.

 Bila kau sudah tahu bahwa Allah mencintaimu, maka mengapa kau diam saja?

Berikan seluruh cintamu kepada-Nya


~~ Wallahu'alam ~~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Allah Sedang Mendidikmu Menjadi Wanita Hebat :)



Bismillahirahmanirahim.......

Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada suatu fitnah (bencana) yang lebih besar bahayanya dan lebih bermaharajalela selepas wafatku kepada kaum lelaki selain daripada fitnah yang berpunca daripada kaum wanita

(Bukhari, Muslim, Imam Ahmad, at-Tarmidzi, Nasa'i dan Ibn Majah)

Benarkah begitu sukar menjadi seorang wanita? Apatah lagi seorang wanita muslimah yang mukminah? Adakah dengan menjadi seorang mukminah, seorang muslimah itu perlu bersembunyi di dalam rumah, tidak bergaul dengan sesiapa serta menutup seluruh tubuhnya? Hanya perlu terlihat dua biji mata untuk mengelakkan fitnah?

Tidakkah wanita mukminah itu juga punya peluang? Berubah mengikut peredaran waktu. Zaman sekarang adalah zaman moden. Wanita sudah berdiri sama tarafnya dengan lelaki. Wanita juga perlu ditonjolkan kedepan. Malah, wanita punya hak untuk menjadi pemimpin.

Dr.Zainab Ridhwan telah menyebut dalam kitabnya Al Islam Wa Qadhaya Al-Mar'ah:

Syariat Islam ini datang untuk menempatkan lelaki dan wanita ini pada satu lingkungan dan menjelaskan bahawa tabiat semula jadi manusia, lelaki dan wanita hampir sama. Sesungguhnya ALLAH mengurniakan kepada wanita apa yang dikurniakanNYA kepada lelaki dan menganurgerahkan kepada wanita keupayaan keupayaan yang cukup untuk memikul pelbagai tanggungwab. yang melayakkan kedua- dua jenis manusia ini melaksanakan tugas kemanusiaan yang umum dan khusus

SubhanALLAH, betapa hebatnya seorang wanita, tidak pernah sekalipun ISLAM meletakkan wanita keterbelakangan dari seorang lelaki. ISLAM adalah agama yang benar benar mengangkat martabat seorang wanita. Malah ALLAH telah berfirman dalam Surah An Nisa, ayat 124;

Barangsiapa mengerjakan amal amal soleh, lelaki mahupun wanita, sedangkan dia beriman, mereka itu masuk syurga dan tidak dianiaya walau sedikit pun.


Terbukti! Tidak pernah ada perbezaan dari segi penerimaan amalan kebaikan lelaki dan wanita. Sesiapa yang berlumba lumba melakukan kebaikan (fastobul khairat), maka dialah yang berhak mendapat pembelaan di sisi ALLAH SWT. ALLAH itu bersifat Al-Adl (Yang Maha Adil) terhadap hamba hambaNYA.

Malah Rasulullah SAW sendiri tidak pernah membelakangkan wanita dalam aspek perjuangan ISLAM. Menyebut kembali kisah Hudaibiah, ketika Nabi Muhammad S.A.W mengarahkan para sahabat bertahalul dan menyembelih korban, sedangkan mereka tidak dibenarkan memasuki Makkah untuk menunaikan umrah, kerana dihalang oleh kaum Quraisy. Kaum Muslimin merasa keberatan lalu mereka tidak berkorban. Nabi Muhammad S.A.W menjadi khuatir tentang hal ini tetapi baginda juga merasa keberatan untuk menyalahi para sahabat. Justeru itu, Ummu Salamah mencadangkan agar Rasulullah SAW keluar dari rumahnya tanpa memberitahu sesiapapun dan menyembelih korbannya. Nabi Muhammad S.A.W melaksanakan pandangan isterinya. Selepas itu, semua orang segera menyembelih korban mereka. Maka berakhirlah krisis ini dengan pandangan seorang wanita kepada Rasulullah SAW.
Sesuai dengan ciptaanya yang sungguh indah dan menjadi mawar yang didambakan sang kumbang, pengaruh wanita juga amat kuat untuk menaikkan dan menjatuhkan seorang lelaki. Jangan pernah sekali terlupa bahawa permulaan keruntuhan kerajaan Firaun adalah berpunca dari isterinya. Asiah mampu menggugat pendirian Firaun yang bertegas untuk membunuh semua anak anak Bani Israel kecuali Nabi Musa A.s. Firman ALLAH:

Mudah mudahan dia berguna kepada kita atau jadikan dia anak. ( Al-Qasas:9)
Namun yang paling istimewa lagi mengagumkan iaitu keteguhan Asiah beriman kepada ALLAH SWT yang Maha Esa dan mengingkari ketuhanan Firaun.

Sahabat sahabat yang dikasihi kerana ALLAH,

Bersyukurlah dengan sepenuh hati kerana dilahirkan sebagai wanita ISLAM kerana hakikatnya ISLAM adalah penyelamat kepada kemuliaan seorang wanita. Mengambil beberapa contoh kepercayaan kaum kaum tertentu terhadap wanita, kaum Yahudi memandang wanita sebagai laknat yang wajib dijauhi dan tidak dapat dipercayai untuk menjaga rahsia atau tugas tertentu. Kaum Yahudi percaya bahawa 'wanita itu lebih kejam daripada kematian' sebagaimana yang telah disebutkan dalam Kitab Taurat mereka.

Pandangan kaum Nasrani terhadap wanita juga lebih cenderung memberikan hukum yang menghina, melecehkan dan membenci kaum wanita. Malah peradaban Barat sendiri dipengaruhi oleh asas agama Nasrani. Jika tidak, masakan peradaban barat cenderung untuk memperagakan wanita mereka. Wanita dijadikan alat untuk menaik nafsu, mencari wang dan sebagainya. Bukankah ini sebenar benarnya diskriminasi terhadap wanita?

Di sebuah wilayah di Perancis tahun 1281, misalnya diadakan persidangan berkisar wanita dengan tema: Wanita, Manusia atau Bukan Manusia?. Persidangan itu malah melahirkan keputusan bahawa wanita adalah manusia yang sengaja diciptakan untuk melayani lelaki.

Malah bukti yang paling kukuh adalah kedudukan wanitayang begitu keterbawahan dalam masyarakat Arab Jahiliyyah sendiri sebelum kedatangan ISLAM seperti contoh contoh berikut:

1) Dilarang untuk mendapat hak waris
2)Tidak ada batasan jumlah isteri dalam pernikahan. Seorang lelaki boleh menikah lebih dari satu isteri tanpa batas
3)Isteri termasuk harta peninggalan suami. Ketika suami meninggal, isteri menjadi warisan bagi anak anaknya di mana si pewaris bebas menikahi atau menikahkannya dengan siapapun.
4) Mengubur hidup hidup anak perempuan. Kelahiran bayi perempuan merupakan aib.

Alangkah bertuahnya kerana dilahirkan dalam suasana wanita begitu diraikan dan diangkat martabatnya dalam ISLAM. Malah, wanita kini diberikan peluang untuk bekerjaya dan menerima pendidikan. SubhanALLAH, dengan peluang sebegini sewajarnya seorang wanita bisa menjadi hebat untuk berbakti kepada agama dan bangsa.

Setelah segala kebaikan dan rahmat yang diberikan sebagai wanita ISLAM yang mukminah, apa lagi yang perlu dinantikan? Bukan sudah tiba masanya generasi wanita ISLAM untuk segera bangkit berjuang. Perbezaan gender bukanlah halangan besar untuk meraih gelaran bidadari syuhadah di sisi ALLAH.

Wanita memang terkenal dengan kelembutannya, tetapi yang sebenarnya lembut itu adalah sumber kekuatan bukan kelemahan. Cara dakwah yang terbaik juga melalui kelembutan. Bukankah ALLAH SWT berfirman dalam surah Taha ayat 43-44:

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia sudah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata kata yang lemah lembut, mudah mudahan ia ingat ataupun takut.

ALLAH SWT mengajarkan, untuk mendekati manusia seperti Firaun juga adalah menggunakan kaedah lemah lembut. Bukankah ini satu bonus istimewa buat wanita? Fitrah mu tercipta semulajadi dengan kelembutannya, maka seharusnya kau manfaatkan sebaiknya. Cuma awas, jangan disalahgunakan kelembutan itu untuk menarik yang tidak halal mendekatimu kerana itu bakal membawa bencana dan menjadikan dirimu itu sendiri sebagai bencana.

Sebagai wanita, mungkin kau juga tidak punya kudrat sehebat kaum pendampingmu seorang lelaki. Namun jangan pernah lupa, memori istimewa seorang lelaki adalah ketika dia pernah menumpangi rahim ibunya selama sembilan bulan. Disitulah terbuktinya kekuatan kudratmu. Janin yang dikandung itu berkongsi nyawa dengan mu. Maka, jangan sekali pernah putus asa, sebaliknya beriltizam lah untuk melahirkan mujahid dan mujahidah yang bakal meneruskan perjuangan.

Buat wanita yang tidak berpeluang keluar di medan jihad, jangan pernah sekali berasa gundah. Terdapat sebuah kisah menarik yang bisa menjadi pembakar semangat. Hadis riwayat Anas Bin Malik menceritakan perihal Salamah, ibu susuan Ibrahim, putera Rasulullah SAW dan Mariah al-Qibtiah, dia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, engkau telah memberikan khabar gembira dalam segala hal untuk kaum lelaki tetapi tidak untuk kaum wanita."

Rasulullah SAW berkata, " Adakah rakan rakanmu menghantarmu untuk bertanya seperti itu?"

Jawabnya, "Benar, mereka menyuruhku."

Lalu baginda berkata:

Tidaklah seorang antara kamu merasa reda jika dia hamil daripada benih suaminya dan suaminya bangga dengan kehamilannya itu. Wanita tersebut mendapat pahala sama dengan seorang berpuasa dan berdiri malam di jalan ALLAH dan apabila wanita itu menderita sakit sewaktu melahirkan, maka betapa kegembiraan yang dirasakan dengan lahir permata hatinya yang tidak diketahui penghuni langit dan bumi
Biar tidak bergerak ke medan jihad, tetapi punya sesuatu untuk disumbangkan ke aras perjuangan. Malah kerelaan wanita itu sendiri mempersiapkan suami atau mahramnya bermujahadah di jalan ALLAH, pasti memberikan ganjaran yang sangat besar untuknya di syurga. Apatahlagi jika dirinya turut bersedia untuk menyediakan diri untuk turut berjuang.


Semoga melalui perkongsian yang sedikit ini, bisa membakar semangat wanita wanita kerinduan pemuda syurga untuk terus berjuang menegakkan agama di jalannya. Sememangnya seorang wanita itu tidaklah sempurna, pasti ada kekurangannya. Tetapi percayalah bahawa dengan kekurangan itu sebenarnya, ALLAH sedang mendidikmu menjadi wanita hebat. Tak perlu resah dan gelisah jika berasakan diri tidak cukup cantik, tidak cukup ilmu, tidak cukup lembut, tidak cukup ayu dan sebagainya. Setiap kelebihan dan kekurangan seorang wanita adalah didikan ALLAH padanya.

Terima CINTA atas segalanya
Jangan gentar, jangan putus asa, teruskan melangkah!
Kerana kita memburu gelaran bidadari syurga! ^_^


Coretan hatiku: Maaf, belum berkesempatan menyambung cerita, Hei ya kamu di sana, pergi buat kerja dakwah. Sedang mencari kekuatan... insyaALLAH, doakan!

Sumber rujukan:

Al Quran dan Sunah (tetap dan utama)
1) Kedudukan Wanita dalam ISLAM ~ Sheikh Abdul Majid Subhi
2)Fiqh Wanita Muslimah~ Dr.Abdul Qadir Muhammad Mansur
3)Menjadi wanita super dengan Asmaul Husna~ Sulaiman Al- Kumayi
4)Sebarkan CintaMU~ Ustazah Fatimah Syarha
5) Solusi 38~ Syurga itu Benar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS