JaBaL RaHmA BeRtEmUnYa AdAm DaN hAwA



Menurut beberapa keterangan, selain Iblis, Adam dan Hawa, yang turut pula diusir dari surga adalah seekor ular. Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Thabari RA dalam tafsirnya ketika menerangkan ayat ke-36 QS Al-Baqarah, membawakan sebuah riwayat dengan sanadnya bersambang kepada para sahabat Nabi SAW seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan lainnya menerangkan : ”Ketika Allah memerintahkan kepada Adam dan Hawa untuk tinggal di surga dan melarang keduanya memakn buah khuldi, Iblis memiliki kesempatan untuk menggoda Adam dan Hawa. Namun, ketika akan masuk ke surga, Iblis dihalangi oleh malaikat. Namun, dengan tipu muslihatnya, Iblis kemudian mendatangi seekor ular, yang waktu itu ia adalah hewan yang mempunyai empat kaki seperti onta, dan ia adalah hewan yang paling bagus bentuknya. Setelah berbasa-basi, Iblis lalu masuk ke mulut ular dan ular itupun masuk ke surga sehingga Iblis lolos dari pengawasan malaikat.” Karena itulah, mereka semua akhirnya diusir dari surga.
Al Imam Al Auza’ie meriwayatkan dari Hasan bin Athiyyah bahwa Adam dan Hawwa’ menangis ketika turun di bumi selama 60 tahun karena menyesali berbagai kenikmatan di surga yang tidak didapati lagi oleh keduanya di bumi ini. Keduanya juga menagis karena menyesali dosa yang dilakukan oleh keduanya. Demikian Ibnu Katsir meriwayatkannya dalam Kitab Al-Bidayah Wa Al-Nihayah, jilid 1 hlm 74. Wa Allahu A’lamu. (sya/republika)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

THE TRUE LOVE RABIAH AL-ADAWIAH




Tuhanku tenggelamkan aku dalam cintamu........
hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpamu
Tuhanku bintang gemilang berkelap kelip..........
manusi terlena dalam buai tidur lelap........
pintu-pintu istanapun telah rapat tertutup.......
Tuhanku demikianpun malam berlalu...........
dan inilah siang datang menjelang........
aku menjadi resah gelisah........
apakah persembahan malamku kau terima.........
hingga aku berhak mereguk bahagia.......
ataukah itu kau tolak hingga aku di himpit duka........
demi kemaha kuasaanmu........
inilah yang akan slalu aku lakukan........
selama kau beri akau kehidupan.......
demi kemanusiaanmu.......
andai kau usir aku dari pintumu........
aku tak akan pergi berlalu.......
karna cintaku padamu sepenuh kalbu........

ya alloh apapun yang akan engkau.....
karuniakan kepadaku di dunia ini.........
berikanlah kepada musuh-musuhmu........
dan apapun yang akan engakau........
karuniakan di akahirat nanti......
berikanlah kepada sahabat-sahabatmu........
karna engkau sendiri cukuplah bagiku.......

aku mengabdi kepada tuhan......
bukan karna takut neraka.........
bukan pula karna mengharap masuk syurga..........
tetapi aku mengbdi......
karna cintaku kepadanya.......
ya alloh jika aku menyembahmu......
karna takut neraka, bakarlah aku di dalamnya........
dan jika aku menyembahmu......
karna mengharap syurga,campakkanlah aku di darinya.....
tetapi jika aku menyembahmu......
demi engkau semata......
jangan engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahmu........
yang abadi kepadaku.........

ya alloh .........
semua jerih payahku..........
dan semua hasratku di antara segala.......
kesenangan-kesenangan.....
..
di dunia ini adalah untuk mengingat engkau..............
dan di akhirat nanti di antara segala kesenangan............
adalah untuk berjumpa denganmu............
begitu halnya dengan diriku...........
seperti yang telah engkau katakan...........
kini perbuatlah seperti yang kau kehendaki...........

aku mencintaimu dengan dua cinta........
cinta karna diriku,dan cinta karna dirimu........
cinta karna diriku adalah keadaan senantiasa mengingatmu........
cinta karna dirimu adalah keadaanmu mengungkap tabir.......
hingga engkau ku lihat........
baik untuk ini maupun untuk itu.........
pujian bukanlah bagiku......
bagimu pujian untuk semua itu...........

buah hatiku hanya engkau yang ku kasihi.........
beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratmu.......
engkaulah harapanku,kebahagiaan dan kesenanganku..........
hatiku telah enggan mencintai selain diri engkau.........

hatiku tentram dan damai jika aku diam sendiri...........
ketika kekasih bersamaku........
dan dengan benda yang fana slalu mengujiku............
kapan dapat ku renungi keindahannya.........
dan dia menjadi mihrabku........
dan rahasianya menjadi kiblatku.........
bila aku mati karna cinta,sebelum terpuaskan...........
akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini..........
O...penawar jiwaku.......
hatiku adalah santapan yang tersaji bagi maumu..........
barulah jiwaku pulih jika telah bersatu denganmu..........
O...suka cita dan nyawaku semoga kekallah.........
jiwaku kaulah sumber hidupku........
dan darimu jua birahiku berasal...........
dari semua benda fana di dunia ini............
dariku telah tercerah.........
hasratku adalah bersatu denganmu...........
melabuhkan rindu.......

sendiri daku bersamaku.....
waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang..........
lintas dan pengelihatan batin........
melimpahkan karunia atas doaku........
memahkotaiku hingga enyahlah yang lain sirna........
antara takjub atas keindahan dan keagungannya...........
dalam semerbak tiada tara........
aku bediri dalam ayik masyuk yang bisu........
ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu........
lihat dalam wajahnya.......
tercampur segenap pesona dan karunia...........
seluruh keindahan menyatu........
dalam wajahnya yang sempurna........
lihat dia yang akan berkata........
"tiada tuhan selain dia dan dialah yang maha mulia........"

rasa riangku,rinduku,lindunganku.......
teman penolong dan tujuanku..........
kaulah karibku dan rindu padamu.........
meneguhkan dagu.......
apa buka padamu aku ini merindu.........
O...nyawa dan sahabatku........
aku remuk di rongga bumi ini........
telah banyak karunia yang kau berikan........
telah banyak.......
namun tak ku butuh pahala.....
pemberian ataupun pertolongan..........
cintamu semata meliput.........
rindu dan bahagiaku..........
ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga...........
adapun di sisimu aku tlah tiada........
kau bikin dada kerontang ini meluas hijau..........
kau adalah rasa riangku.......
kau tegak dalam diriku..........
jika aku telah memenuhimu...........
O...rindu hatiku,akupun bahagia............



syair cinta
rabiatul al-adawiah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS